download skripsi agribisnis lengkap
download skripsi agribisnis lengkap

Skripsi agribisnis dengan judul ” Sikap Petani Terhadap Alokasi Dana Bantuan Desa Di Kabupaten Tapanuli Utara c” berikut bisa Kamu unduh disini, dan masih banyak skripsi ter-baru lainnya.

Summary

Dana bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk masyarakat desa dan dialokasikan untuk pembangunan pertanian akan memengaruhi perkembangan usaha tani para petani. Dana bantuan yang diberikan kepada petani di Desa Parbubu I dipakai untuk pembangunan tali air yang akan mengairi sawah para petani secara rutin. Adapun tujuan dari pemberian dana bantuan ini yang terkenal dengan Dana alokasi Umum (DAU) Desa/Kelurahan ialah meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani. Dengan dana bantuan ini menstimulasi, memotivasi petani untuk meningkatkan usaha tani padi sawah. Bagaimana tingkat partisipasi petani terhadap aktifitas yanga didukung DAU Desa/Kel. itu maka bisa dilihat bagaimana sikap petani itu petani terhadap alokasi dana bantuan itu.
Daerah riset ditentukan secara sengaja (parposive), dengan pertimbangan bahwa desa tesebut yang amat banyak mengalokasikan DAU Desa/Kelurahan untuk kegiatan pembangunan tali air.Penentuan sampel dengan metode membagi luas lahan petani jadi three strata (Stralified Random Sampling). Alat analisis yang dipakai ialah Deskriptif, Skala Likert dan Hubungan Rank Spearman. Dari hasil riset diproleh:

1. Penyelenggaraan kegiatan DAU Desa/Kelurahan di daerah riset belum sepenuhnya berjalan dengan bagus.Dikatakan seperti itu dikarenakan mulai tahap Penyusunan Rencana Kegiatan, Pembentukan TPK dan Menyusun Rencana Kerja sampai pada Pelaporan Akhir Hasil Kegiatan, dilaksnakan dengan bagus. Tali air yang dibangun sepanjang 450 m di bulan September 2003 sudah rusak di bulan Februari 2004, Jadi upaya pemeliharaan tidak dilakukan, cuma sampai tahap penyelenggaraan saja.Hal ini dikarenakan oleh kurangnya kerjasama yang baik antara pengelola, pengelola dengan petani, dan antar petani itu sendiri.
2. Sikap petani terhadap alokasi DAU Desa/Kelurahan untuk kegiatan pembangunan tali air ialah negatif. Dimana 43.three% petani bersikap positif dan 56,7% petani bersikap negatif.
three. Hubungan karakteristik petani dengan sikap petani terhadap pengalokasian
DAU Desa/Kdurahan.
a. Terdapat kaitan antara usia dengan sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kdurahan, dimana kian rendah umur petani maka kian negatif sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kdurahan
b. Terdapat kaitan antara tingkat pendidikan dengan sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan, dimana kian rendah tingkat pendidikan yang dipunyai oleh petani maka kian negatif sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan.

c. Terdapat kaitan antara pengalaman bertam dengan sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan, dimana kian rendah pengalaman bertani yang dipunyai oleh petani maka kian negatif sikap petani terhadap terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan.
d. Tak ada kaitan antara jumlah tanggungan keluarga dengan sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan, dimana hal ini artinya petani yang mempunyai jumlah tanggungan keluarga yang banyak ataupun sedikit, belum tentu memberikan respon positif atau negatif terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan.
e. Terdapat kaitan antara luas lahan dengan sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan, dimana kian rendah luas lahn-yang dipunyai oleh petani maka kian negatif sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan.
f. Terdapat kaitan antara complete pendapatan petani dengan sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan, dimana kian rendah complete pendapatan petani maka kian negatif sikap petani terhadap pengalokasian DAU Desa/Kelurahan.
four, Tak ada kaitan antara pemberian DAU Desa/Kelurahan oleh
Pemerintah Daerah terhadap peningkatan usaha di daerah riset,
dimana dana bantuan yang diberikan oleh Pemda tidak bisa
meningkatkan produksi padi sawah petani.
5. Masalah-masalah yang dihadapi petani di daerah riset ialah
]curangnya kerjasama antara pengelola, pengelola dengan petani dan antar

petani, peran kepala desa berlebihan dalam penyelenggaraan dan pengalokasian DAU Desa/Kelurahan, pencairan dana DAU Desa/Kelurahan yang kurang tepat tepat waktu, TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) belum terampil dalam menyusun rencana kerja dan laporan pertanggungjawaban. 6. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah petani di daerah riset ialah mengingatkan dan menghimbau camat untuk aktif dalm proses penyelenggaraan DAU Desa/Kelurahan dengan metode monitoring dan pembinaan langsung ke desa sehingga bisa diketahui secara langsung masalah yang ada, dan melakukan koordinasi dengan PT. Financial institution Sumut bagaimana supaya proses pencairan dana bisa dilakukan tepat waktu.

Inilah skripsi mengenai ” Sikap Petani Terhadap Alokasi Dana Bantuan Desa Di Kabupaten Tapanuli Utara ” ini. Harus anda ketahui skripsi ini asalnya dari situs luar

Silahkan kunjungi URL berikut untuk melakukan download

DOWNLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *