download skripsi FARMASI lengkap
download skripsi FARMASI lengkap

Skripsi farmasi yang berjudul ” OPTIMASI PREPARASI SAMPEL UNTUK ANALISIS TRETINOIN DALAM SEDIAAN KRIM TRETINOIN zero,1 % DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Repository c” ini bisa Kamu download disini, dan masih banyak skripsi ter-baru lainnya.

Qowiyatul Amanah, 051011184

(2014)

OPTIMASI PREPARASI SAMPEL UNTUK ANALISIS TRETINOIN DALAM SEDIAAN KRIM TRETINOIN zero,1 % DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI.

Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Summary

Krim tretinoin sering diresepkan sebab bentuk krim tretinoin lebih sedikit efek iritasinya ketimbang alcoholic lotion ataupun gel, sehingga bisa meningkatkan kepatuhan pasien (Brisaert and Plaizier-Vercammen, 2007). Adanya perkembangan pengembangan formulasi baru dan dengan beragam macam efek sampingnya maka perlu adanya suatu penjaminan kualitas (high quality management) bahwa sediaan itu memenuhi aspek security, high quality, dan efficacy. Akurasi dan presisi dari hasil analisis amatlah krusial dalam memenuhi aspek kualitas, keamanan dan efikasi dari sediaan bahan obat itu (Ermer and Miller, 2005). Dalam riset ini dipakai batasan akurasi dan presisi yang tercantum pada The AOAC Pointers for Single Laboratory Validation of Chemical Strategies for Dietary Dietary supplements and Botanicals dengan rentang restoration 95-105 % untuk kadar bahan zero,1 % dan RSD ≤three,7 % untuk memenuhi aspek keamanan dan efektifitas dari sediaan Krim tretinoin zero,1 % (Ahuja and Dong, 2005; AOAC, 2002).
Dalam validasi metode analisis sediaan krim, akurasi dan presisi umumnya merupakan persoalan sebab restoration dan presisi biasa tidak memenuhi kriteria validasi. Akurasi yang tak baik pada umumnya dikarenakan oleh proses preparasi sampel, sedangkan untuk presisi disebabkan adanya variasi dari sampel itu sendiri dan dapat diakibatkan oleh preparasi sampelnya (Ahuja and Dong, 2005). Oleh sebab itu dilakukan optimasi preparasi sampel agar mendapatkan restoration dan RSD sesuai dengan persyaratan.
Hal pertama yang dilakukan dalam riset ialah uji kesesuaian sistem atau uji kesesuaian sistem dimana sistem/ KCKT dianggap telah siap untuk melakukan analisis dengan keadaan KCKT sesuai dengan ASEAN yaitu kolom RP-C18 Phenomenex luna 5μ 100 A 150 x four,6 mm dengan suhu 30°C dan tahap gerak metanol:air:asam asetat glasial (85:15:zero,5). Quantity injekkan 20 μL , kecepatan alir 1.5 mL/menit panjang gelombang 353 nm diperoleh salah satu hasil ialah RSD Rt zero,059 , RSD lokasi zero,094 , rata-rata tailing issue 1,037 dan rata-rata Theoritical plate 7169,279. Persyaratan penerimaannya menurut USP 32 ialah RSD Rt <2, RSD lokasi <2, tailing issue <2 dan Theoritical plate >1000.
Berikutnya ialah selektifitas dan spesifitas. Hasil yang didapatkan selektif dimana peak tretinoin tidak terganggu peak lainnya dan resolusi dengan peak terdekat lebih dari dua. Disamping itu diperoleh harga Rs dan α senilai 2,567 dan 1,127 dengan persyaratan penerimaan Rs > 1,5 dan α > 1 (Yuwono and Indrayanto, 2005).
Tahap berikutnya ialah melakukan uji linieritas. Pada penentuan linieritas dipakai 5 kadar berbeda yaitu10,15,20,25, dan 30 ppm. Didapatkan persamaan regresi Y=23,76453+110,03899x, r hitung zero,9997, Vxo 1,0648 % . Patokan adanya hubungan linier dinyatakan dengan koefisien hubungan, dan suatu metode analisis yang legitimate memiliki harga koefisien hubungan lebih dari zero,998 dan Vxo > 5 %(Ahuja and Dong., 2005; Yuwono and Indrayanto, 2005).
Pada tahap optimasi pertama ialah patokan pelarut, dipakai 2 pelarut yaitu metanol dan etanol. Hasil yang didapatkan metanol lebih memenuhi persyaratan yaitu rata-rata restoration 95,70 % dan RSD three,41 walaupun etanol recoverynya tinggi. Hal ini terjadi dimungkinkan sebab etanol lebih gampang menguap sehingga standar deviasinya lebih besar walaupun tretinoin lebih larut di etanol dibandingkan dengan metanol (Gupta, et al., 2009). Optimasi kedua ialah patokan pemakaian alumunium foil. Tanpa alumunium foil lebih memenuhi persyaratan dibandingkan sampel yang diberi alumunium foil yakni dengan rata-rata restoration 98,81% dan RSD 2,35. Ketiga, ialah optimasi patokan pemakaian stirer. Pemakaian stirer lebih memenuhi persyaratan dibandingkan tanpa stirer dengan rata-rata restoration 97,55 % dan RSD 1,31. Optimasi terakhir ialah patokan waktu vortex. Tindakan ini dilakukan untuk mencari saat terbaik manakah yang menghasilkan restoration tertinggi dan RSD yang amat rendah yakni dengan rata-rata restoration 101,23 % dan RSD 1,81.
Sesudah mendapatkan metode preparasi sampel yang optimal yakni dengan pelarut metanol, tanpa alumunium foil, pemakaian stirer, dan waktu vortex 5 menit maka dilakukan langkah akurasi dan presisi untuk memastikan bahwa metode preparasi sampel sudah memenuhi persyaratan (Mitra, 2003). Pada penentuan akurasi ini, dipakai tiga jenis konsentrasi yaitu konsentrasi 70%, 100%, dan 130% dengan masing-masing replikasi three kali sehingga terdapat 9 sampel dalam tahap pengujian ini diperoleh rata-rata restoration sebesar 97,89 % . Tahap berikutnya ialah presisi dengan mengukur derajat keterulangannya, yakni dengan menyuntikkan larutan sampel adisi 100 % dengan replikasi sebanyak 5 kali ke dalam KCKT. Pada konsentrasi ini diperoleh harga RSD lokasi senilai 3,32 %. Harga rata-rata restoration dan RSD lokasi tretinioin itu sesuai kriteria akurasi dan presisi yaitu: rata-rata restoration 95-105 % dan RSD lokasi ≤ three,7 untuk konsentrasi bahan aktif ≤zero,1 % (AOAC, 2002)

Actions (login required)

View Item View Merchandise

Demikianlah skripsi terkait ” OPTIMASI PREPARASI SAMPEL UNTUK ANALISIS TRETINOIN DALAM SEDIAAN KRIM TRETINOIN zero,1 % DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Repository ” ini. Harus kamu tahu skripsi ini asalnya dari web site luar

Silahkan ke hyperlink ini untuk melakukan download

DOWNLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *