download skripsi FARMASI lengkap
download skripsi FARMASI lengkap

Skripsi farmasi yang berjudul ” PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN TANPA RESEP DI APOTEK WILAYAH SURABAYA DENGAN KASUS DIARE PADA LANJUT USIA Repository c” berikut bisa Kamu download disini, dan masih banyak skripsi terupdate lainnya.

LEKSONO BRAM SETYO, 050710091

(2012)

PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN TANPA RESEP DI APOTEK WILAYAH SURABAYA DENGAN KASUS DIARE PADA LANJUT USIA.

Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Summary

Salah satu gejala yang kerap menyerang masyarakat Indonesia ialah
diare. Pengatasan diare bisa dilakukan dengan pengobatan sendiri tanpa resep
dari dokter. Diare pada pasien lanjut umur membutuhkan perhatian dan penanganan
khusus terkait besarnya prevalensi terjadinya dehidrasi. Pada pasien diare lanjut
umur perlu penanganan khusus dalam pemberian obat ataupun terapi non obat,
sehingga diharapkan petugas apotek melakukan affected person evaluation, memberikan
rekomendasi, dan memberitahukan informasi yang tepat. Ada banyak obat diare
yang bisa dibeli tanpa resep di apotek. Selama melakukan pelayanan
kefarmasian, petugas apotek disarankan menggali dulu informasi dari pasien
(affected person evaluation) sebelum dilakukan rekomendasi dan informasi terkait obat
dan non obat.
Riset ini memakai metode simulasi pasien. Pantauan
dilakukan di 90 apotek wilayah Surabaya yang terpilih secara random. Dalam
riset ini, peneliti bertindak sebagai pemerhati yang berskenario, memperhatikan
pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh petugas apotek. Information yang didapat
berupa variabel affected person evaluation, rekomendasi, informasi obat dan non obat.
Dalam pantauan itu dilakukan pencatatan dalam test daftar dan
pengolahan information dilakukan dengan SPSS.
Sebanyak 54% apotek di kawasan Surabaya melakukan affected person evaluation
dalam memberikan pelayanan kefarmasian pada kasus diare lanjut umur. Dari information
yang didapatkan tampak sebanyak 33,three% apotek melakukan affected person evaluation
terkait siapa yang sakit diare. Semua apotek memberikan rekomendasi berupa
pemberian obat dan sebagian besar golongan obat yang direkomendasikan oleh
petugas apotek ialah obat keras. Obat yang amat banyak diberikan berdasarkan
mekanisme kerja ialah anti motilitas sebanyak 43 buah (48%) disusul dengan
adsorben sebanyak 38 buah (43%). Sebesar 92% apotek memberikan informasi
obat sebagai tindak lanjut dari pemilihan obat. Apotek yang memberikan
informasi obat tentang dosis sebesar 84,four% dan informasi non obat tentang
pemberian cairan elektrolit senilai 5,6%. Kebanyakan informasi mengenai dosis
diberikan sesudah diajukan pertanyaan pancingan.
Dari riset ini bisa diketahui bahwa pelayanan kefarmasian tanpa
resep di apotek wilayah Surabaya masih perlu peningkatan profesionalisme
pelayanan. Sehingga perlu adanya peranan dari pemerintah sebagai pembuat
kebijakan dan juga dari kesadaran peningkatan kualitas pelayanan dari pihak
apotek itu sendiri.

Actions (login required)

View Item View Merchandise

Inilah skripsi terkait ” PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN TANPA RESEP DI APOTEK WILAYAH SURABAYA DENGAN KASUS DIARE PADA LANJUT USIA Repository ” ini. Harus kamu tahu skripsi ini berasal dari situs eksternal

Silahkan ke hyperlink ini untuk melakukan download

DOWNLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *