download skripsi TEKNIK KIMIA lengkap
download skripsi TEKNIK KIMIA lengkap

Skripsi teknik kimia dengan judul ” Pengaruh Penambahan Selulosa Nanokristal Dari Kulit Rotan Dengan Plasticizer Gliserol dan Co-Plasticizer Asam Sitrat Dalam Pembuatan Biokomposit Berbahan Dasar Pati Sagu (Metroxylon Sp) c” berikut bisa Kamu download disini, dan masih banyak skripsi ter-baru lainnya.

Summary
Rattan biomass is the one bioresources of cellulose which incorporates 37,6% cellulose
content material. The excessive cellulose contents of biomass rattan make it a supply of
nanocrystalline cellulose as a filler in biocomposite. The purpose of this analysis are to
acquire the characterization of nanocrystalline cellulose every Transmission Electron
Microscope (TEM), X-Ray Diffraction (XRD) and Fourier Rework Infrared (FTIR).
And this analysis studied in regards to the impact of filler loading of nanocrystalline cellulose
from biomass rattan, plasticizer glicerol and co-plasticizer citric acid addition on sago
starch biocomposite. The characterization are Scanning Electron Microscope (SEM),
Fourier Rework Infrared (FTIR), density, tensile energy, elongation at break, and
water uptake. Isolation of nanocrystalline cellulose from biomass rattan utilizing
chemical and mechanical methodology by acid hydrolysis course of with sulfuric acid 45%,
ultrasonication for 10 minutes, and filtration with dialysis membrane. Sago starch
biocomposites had been ready utilizing an answer casting methodology, which incorporates 1–Four
wt% nanocrystalline cellulose from rattan biomass as fillers, 10-40 wt% citric acid as
co-plasticizer and 30 wt% glycerol as plasticizer. The outcomes of Transmission Electron
Microscope (TEM) and X-Ray Diffraction (XRD) attribute of nanocrystalline
cellulose present diameter of nanocrystalline cellulose was 10-100 nm with round form
and 84.46% of crystallinity index. Fourier Rework Infrared (FTIR) and chemical
composition evaluation demonstrated that lignin and hemicellulose constructions had been
efficiently eliminated. The outcomes of mechanical properties had been supported by
Scanning Electron Microscopy (SEM) confirmed that nanocrystalline cellulose (NCC)
was uniformly distributed on the sago starch matrix and FTIR of biocomposite with
nanocrystalline cellulose (NCC) and citric acid addition resulted in a pointy peak
absorption in comparison with bioplastics. This means that nanocrystalline cellulose (NCC)
and citric acid have been efficiently binding to starch teams. The outcomes confirmed the
highest density and tensile energy values had been zero.28 gram/cm3 and 1,76 MPa obtained
at an extra of three wt% nanocrystalline cellulose (NCC) and 30 wt% citric acid. The
finest worth of elongation at break was 32,48% obtained at 1 wt% nanocrystalline
cellulose (NCC) and 30 wt% citric acid addition. The bottom water absorption was
14,81% obtained at an extra of three wt% nanocrystalline cellulose from rattan
biomass and 10 wt% citric acid.

 

Selulosa merupakan sumber daya alami yang melimpah, salah satu sumber selulosa
ialah kulit rotan yang mengandung 37,6% selulosa, sehingga berpotensi untuk
dipakai sebagai bahan baku selulosa nanokristal (NCC) yang dimanfaatkan sebagai
pengisi dalam pembuatan biokomposit. Tujuan dari riset ini merupakan untuk
mengetahui karakteristik selulosa nanokristal mencakup analisis TEM (Transmission
Electron Microscope), XRD (X-Ray Diffraction) dan FTIR (Fourier Rework
Infrared). Serta untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa nanokristal dari
kulit rotan dengan plasticizer gliserol dan co-plasticizer asam sitrat terhadap
karakteristik biokomposit pati sagu mencakup analisis SEM (Scanning Electron
Microscope), FTIR (Fourier Rework Infrared), densitas (density), kekuatan tarik
(tensile energy), pemanjangan saat putus (elongation at break), dan penyerapan air
(water uptake). Isolasi selulosa nanokristal memakai metode kimiawi dan
mekanik dengan proses hidrolisis asam memakai asam sulfat 45% dan
ultrasonikasi selama 10 menit dan dilanjutkan dengan proses filtrasi memakai
membran dialisis. Pembuatan biokomposit memakai metode casting, dimana
dilakukan penambahan bahan aditif ke dalam matriks pati sagu dengan penambahan
1-Four wt% selulosa nanokristal kulit rotan sebagai pengisi, 10-40 wt% asam sitrat
sebagai co-plasticizer dan 30 wt% gliserol sebagai plasticizer. Hasil analisis TEM
(Transmission Electron Microscope) dan XRD (X-Ray Diffraction) selulosa
nanokristal menunjukkan selulosa nanokristal mempunyai diameter 10-100 nm dengan
kristalinitas 84,46%. Hasil analisis FTIR (fourier rework infrared) menunjukkan
bahwa hemiselulosa dan lignin sudah berhasil dihilangkan. Hasil uji mekanik
berikutnya disokong oleh analisis SEM (Scanning Electron Microscopy) yang
menunjukkan selulosa nanokristal (NCC) terdistribusi dengan merata pada biokomposit
dan analisis FTIR (Fourier Rework Infrared) biokomposit dengan penambahan
selulosa nanokristal (NCC) dan asam sitrat menghasilkan puncak serapan yang tajam
dibandingkan dengan bioplastik. Hal ini menjelaskan bahwa selulosa nanokristal
(NCC) dan asam sitrat sudah berhasil berikatan dengan gugus pati. Hasil analisis
densitas (density) dan kuat tarik (tensile energy) terbaik ialah zero,28 gram/cm3 dan
1,76 MPa yang didapatkan pada penambahan selulosa nanokristal (NCC) three% dan asam
sitrat 30%. Nilai terbaik dari pemanjangan saat putus (elongation at break) dan
penyerapan air (water uptake) ialah 32,48% dan 14,81% yang didapatkan pada
penambahan 1% selulosa nanokristal (NCC) dan 30% asam sitrat.

 

Demikianlah skripsi mengenai ” Pengaruh Penambahan Selulosa Nanokristal Dari Kulit Rotan Dengan Plasticizer Gliserol dan Co-Plasticizer Asam Sitrat Dalam Pembuatan Biokomposit Berbahan Dasar Pati Sagu (Metroxylon Sp) ” ini. Harus anda tahu skripsi ini asalnya dari situs eksternal

Silahkan ke URL ini untuk melakukan download

DOWNLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *