download tesis KEDOKTERAN GIGI lengkap
download tesis KEDOKTERAN GIGI lengkap

Tesis kedokteran gigi dengan judul ” BMP-2, bone transforming, IL-1β, Mangifera casturi (Kosterm.) and tooth extraction. Repository c” ini dapat Kamu download disini, dan masih banyak skripsi ter-baru lainnya.

DIDIT ASPRIYANTO, 021314153006

(2017)

BMP-2, bone transforming, IL-1β, Mangifera casturi (Kosterm.) and
tooth extraction.

Thesis thesis, Universitas Airlangga.

Summary

Latar Belakang : Tubuh mempunyai respon terhadap benda asing, saat sel
dan jaringan tubuh mengalami diskontinuitas/kerusakan sebab sesuatu hal maka
tubuh akan menanggapi dengan memperbaiki jaringan. Tubuh sesudah mengalami
jejas dan inflamasi akan melakukan proses resolusi dengan membuang eksudat
dan jaringan yang meninggal dengan cara fagositosis dan ensimatik. Pemulihan luka
adalah suatu proses kompleks yang melibatkan interaksi yang terus menerus
antara sel dengan sel dan antara sel dengan matriks yang terangkum dalam tiga
tahap yang saling tumpang tindih. Tiga tahap mekanisme tahap pemulihan luka
yang terjadi yaitu tahap inflamasi (Zero-Tiga hari), tahap proliferasi dan pembentukan
jaringan kult (Three-14 hari) dan tahap transforming. Indonesia kaya akan sumber bahan
obat alam dan tradisional yang secara turun temurun sudah dipakai sebagai
ramuan obat tradisional luka. Pengobatan tradisional luka dengan tanaman obat
diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakarat demi menjaga kesehatan keluarga
dan masyarakat secara murah, efektif dan efisien tanpa memunculkan efek
samping. Salah 1 macam tanaman yang bisa dipakai sebagai bahan obat
tradisional, yaitu pisang mauli yang merupakan pisang khas daerah Kalimantan
Selatan. Batang pisang mauli mempunyai kandungan senyawa bioaktif paling banyak
tanin, diikuti asam askorbat, saponin, β-karoten, flavonoid, likopen, alkaloid,
flavonoid. Tanin bersifat antibakteri dan antioksidan pada konsentrasi rendah, dan
berguna sebagai antijamur pada konsentrasi tinggi. Berdasarkan hal itu,
peneliti bermaksud melakukan riset terkait pemberian ekstrak batang
pisang mauli terhadap ekspresi FGF-2 dan jumlah sel fibroblas dalam proses
pemulihan luka insisi. Tujuan : Tujuan riset ini merupakan untuk
menganalisis pemberian ekstrak batang pisang mauli 25%, 37,5%, 50% terhadap
peningkatan kualitas pemulihan luka insisi, Membuktikan peningkatan
ekspresi FGF-2 dan peningkatan jumlah sel fibroblas dalam proses pemulihan
luka insisi pada tikus galur wistar jantan dengan pemberian ekstrak batang pisang
mauli 25%, 37,5%, 50% di hari ke-Three dan hari ke-7. Metode : Jenis riset
yang dilakukan ialah eksperimental laboratorik (true experimental), riset
ini memakai binatang coba Rattus norvegicus umur 2-2,lima bulan. Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sebab populasi pada
riset ini dianggap homogen, maka cara sampling yang dipakai ialah
easy random sampling. Binatang coba sesuai ciri populasi riset sejumlah 32
ekor dibagi jadi four kelompok perlakuan dan dilakukan anastesi kemudian insisi pada punggung dengan panjang dan lebar 15x15mm dan kedalaman 2mm. Pada
daerah insisi itu dilakukan aplikasi gel pada kelompok kendalikan dan aplikasi
ekstrak pada kelompok perlakuan dilakukan 3×1 Hari dengan interval 6-Eight jam.
Di hari ke-Three, four tikus dari tiap kelompok dikorbankan. Kemudian, pada
kelompok perlakuan lainnya dilakukan aplikasi yang sama sampai hari ke-7 dan
diambil jaringan untuk pemeriksaan HE untuk melihat jumlah sel fibroblast dan
IHC untuk melihat ekspresi FGF-2. Hasil : Hasil riset yang sudah dilakukan
menunjukkan bahwa pemberian gel ekstrak batang pisang mauli bisa
meningkatkan secara berarti terhadap ekspresi FGF-2 dan jumlah sel fibroblast
dibandingkan dengan kelompok kendalikan. Konsentrasi 50% ekstrak batang pisang
mauli yang amat banyak meningkatkan ekspresi FGF-2 dan jumlah sel
fibroblast, sebab secara keseluruhan ekstrak batang pisang mauli mengandung
antioksidan sehingga memiliki efek sebagai imunomodulator. Kesimpulan :
Terjadi peningkatan ekspresi FGF-2 dalam proses pemulihan luka incisi pada
tikus galur wistar jantan dengan pemberian ekstrak batang pisang mauli 25%,
37,5%, 50%. Terjadi peningkatan jumlah sel fibroblas dalam proses pemulihan
luka incisi pada tikus galur wistar jantan dengan pemberian ekstrak batang pisang
mauli 25%, 37,5%, 50%.

Actions (login required)

View Item View Merchandise

Demikianlah skripsi terkait ” BMP-2, bone transforming, IL-1β, Mangifera casturi (Kosterm.) and tooth extraction. Repository ” ini. Harus kamu ketahui skripsi ini berasal dari web site luar

Silahkan ke URL berikut untuk melakukan unduh

DOWNLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *